Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, meskipun pada awal tahun 1990-an sempat tidur panjang selama kurang lebih dari 10 tahun, namun munculnya sineas – sineas muda membuat dunia perfilman kita bangkit kembali,dalam upaya untuk lebih meningkatkan kualitas dari hasil karya para indie movie maker seluruh wilayah di Indonesia perlu adanya suatu tolak ukur khususnya bagi para komunitas film.

Sebagai media ekspresi, film indie masih terpinggirkan dari perhatian masyarakat, sehingga film kategori ini, belum mendapatkan media distribusi yang tepat, dan hal itu sangat berbeda dengan film cerita panjang yang memiliki nilai komersil.

Atas dasar itu, UKM Darmajaya Computer & Film Club (DCFC) yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Penalaran & Keilmuan di Institut Informatika & Bisnis Darmajaya serta bergerak di bidang komputer dan perfilman bermaksud menyelenggarakan acara Festival Film Lampung 2018 (FFL) ini merupakan ajang ekspresi sekaligus unjuk prestasi bagi pembuat film yang umumnya berasal dari kalangan muda.

Festival Film Lampung merupakan program tahunan DCFC sejak tahun 2009 yang sebelumnya bernama Festival Film Indie Darmajaya (FFI Darmajaya), di tahun 2015 berganti nama menjadi FFI Lampung 2015 dan ditahun ini berganti nama menjadi Festival Film Lampung 2018.

Festival Film Indie Darmajaya dengan awal regional tingkat Bandar Lampung, Provinsi Lampung, tingkat Sumatera bagian selatan (Sumbagsel), tingkat Sumatera dan Jawa, dan terakhir yaitu tingkat Nasional. Dalam hal ini DCFC melihat perkembangan perfilman independen di Nasional sangat baik, semua itu dapat dilihat dari antusias seluruh sineas dan indie movie maker nasional dalam acara kami yang sebelumnya yaitu FFI Lampung pada tahun 2017, Maka UKM DCFC IIB Darmajaya Lampung bermaksud untuk mengadakan Festival Film Lampung 2018 dengan tingkat se-Nasional.